Sejarah Desa

Arbain Abdullah 29 April 2014 20:20:39 WIB

  • Sejarah Desa

Pada mulanya Gili adalah pulau yang tidak mempunyai penghuni, tiga Gili merupakan bagian dari pulau lombok dan berada di sebelah utara  daratan lombok , tiga Gili  merupakan pulau yang berpasir putih  dan dipenuhi berbagai jenis ikan  yang indah  dan unik.

Pada masa penjajahan Belanda  barulah dihuni oleh seorang yang bernama Wak Sokna beliau berasal dari  Mandar Bala Nipa, Wak Sokna pertama  kalinya menginjakkan kaki di Lombok Timur tepatnya di Labuan Pandan, setelah beberapa tahun kemudian Wak Sokna berpindah tempat ke Jambianom yang sekarang adalah menjadi wilayah Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Setelah beberapa tahun di Jambianom beliau  pindah  ke Pulau  Sasi yang sekarang  diberi nama Gili Air.

Tiga Gili ini  mempunyai nama yang berbeda , Pulai Sasi, Pulau Tino, dan Pulau Terangang. “Sasi” artinya pasir, “Tino” artinya Garam dan  “Terangang” artinya terangan ( tempat bertelurnya penyu ), Yang kemudian diganti menjadi Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan. Setelah beberapa tahun Wak Sokna tinggal di Gili Air barulah barulah kemudian beliau memboyong keluarganya ke Pulau Air lalu mempunyai keturunan sehingga Gili Air mempunyai perkembangan penduduk sehingga kemudian dibentuklah sebuah pemerintahan yang pada waktu itu di sebut keliang  (Kepala Dusun) .

Adapun keliang yang pertama  bernama  Wak Sapak  dimana Wak Sapak  memimpin Tiga Gili  yaitu  Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan  dan penghulu  pertama nya bernama  Kanek Tambung  dan wakilnya Wak Bedolo , dan setelah meninggal  dunia Wak Sapak digantikan oleh Wak Brahima sebagai Kepala Dusun ke dua dan penghulunya masih tetap Kanek Tambung, setelah beberapa tahun lamanya  Wak Berahima memimpin sebagai keliang  beliau uzur lalu di gantikan oleh Wak Kocci (H.Syukur )  sebagai Kepala Dusun yang ketiga,  setelah kurang lebih dari sepuluh tahun  Wak Kocci ( H. Syukur )  meninggal Dunia, kemudian di gantikan oleh  Kiagus H Arsyad Kasim, Kepala Dusun yang keempat pada tahun 1962, Pada masa kepemimpinan  H. M. Arsyad Kasim  menjadi Kepala Dusun lalu meniggallah Kanek Tambung, penghulu pertama ketiga Gili, kemudian penghulu di gantikan oleh Wak Lolo ( Wak Rai’ )  masih dimasa kepemimpinan H. M. Arsyad Kasim.Penghulu yang kedua( Wak Rai’)  meninggal dunia dan diganti oleh Wak Minah ( Kanek Anjak ).

Dalam beberapa tahun kemudian Wak Minah alias Kanek Anjak meninggal dunia pada tahun 1978, kemudian  almarhum di gantikan oleh Wak Bedolo, kemudian Wak Bedolo menjadi penghulu dalam kurun waktu yang cukup lama  sehingga beliau wafat. Lalu  digantikan oleh H. Zaenudin sampai beliau meniggal dunia.

Setelah masa jabatan H. Arsyad kasim habis, Kepala Dusun yang keempat dijabat oleh H. Damsiah. H.A  dan selanjutnya  masyarakat sepakat  mengangkat kembali   H. M. Arsyad Kasim sebagai penghulu. Di masa kepemimpinan H. Damssiah. H. A sebagai Kepala Dusun penduduk mulai bertambah dari tahun ketahun. H. Damsiah H. A menjabat sebagai Kepala Dusun dalam kurun waktu cukup lama, sehingga kemudian Pemerintah Desa Pemenang Barat menggantikannya dengan  H. Haeruidn sebagai Kepala Dusun yang baru. Di masa kepemimpinan H. Haerudin,  kedua Gili yaitu Gili Meno dan Gili Trawangan yang dulunya penduduknya masih sedikit  dari tahun ke tahun tingkat perkembangan penduduk semakin pesat, kepala Dusun ( H. Haerudin ) pindah ke Gili Trawangan, selanjutnya ketiga Gili  ( Air, Meno dan Gili Trawangan ) di bagi menjdi dua Wilayah Dusun, Dusun Gili Air dan Gili Meno menjadi satu dusun dan masyarakat mengangkat kembali H. Damsiah. H. A menjadi Kepala Dusun, sedangkan di Gili Trawangan   pertama kalinya di jabat oleh H. Haerudin sebagai kepala Dusunnya.

Beberapa tahun kemudin  Kepala Dusun Gili Air dan Gili Meno (H. Damsiah)  di gantikan oleh  M. Saleh ( H. Multazam ) selama  satu periode, kemudian  di gantikan oleh H. Kiagus Burhanudin, sedangkan di Gili Trawangan H. Haerudin di gantikan oleh  Aparat Keamanan kurang lebih selama satu tahun dari tahun 1992  S/D 1993. pada tahun yang sama  H. Burhanudin di  gantikan oleh Saepudin  memimpin Gili Air dan Gili Meno, sedangkan Gili Trawangan di jabat oleh H. M. Arsan  pada tahun 1994, setahun kemudian pada tahun 1995  Ke Tiga  Gili di jadikan Desa Persiapan.

     

Seperti yang diuraikan di atas Desa Gili Indah pada mulanya adalah merupakan bagian wilayah dari Desa Pemenang Barat, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Barat. Pada tanggal 10 April 1995 Desa Gili Indah dijadikan desa Pemekaran dan pada tanggal tersebut di atas Bapak H. Damsiah HA dilantik menjadi kepala desa persiapan Gili Indah. Setelah satu setengah tahun menjadi desa persiapan  maka pada tanggal 15 oktober 1996 Desa Gili Indah dikukuhkan menjadi Desa Difinitif dengan SK Gubernur Nusa Tenggara Barat Nomor: 146 Tahun 1996 dengan kode desa: 52.01.04.2006.

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi Giliindah

tampilkan dalam peta lebih besar